Warning: Use of undefined constant REQUEST_URI - assumed 'REQUEST_URI' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/u4429470/public_html/youth.my.id/wp-content/themes/zeen-shared-by-vestathemes-com-child/functions.php on line 73
Bukan Review The Last Empress Cuma Bacotan Aja | Youth

Bukan Review The Last Empress Cuma Bacotan Aja


Bukan Review The Last Empress Cuma Bacotan Aja – Sudah 4 episode terakhir akhirnya selesai dibuat juga sinopsisnya (di sini kalau kalian mau tahu lengkap). Sengaja sekali saya nggak buat komentar karena mau dijadikan satu saja di sini. Mau bacot tentang semuanya. Makanya, tulisan ini saya katakan bukan review. Karena akan spoiler di mana-mana.

Buat kamu yang belum selesai nonton. saya sarankan untuk tidak membaca tulisan ini. *sudah diperingatkan lho yaaa…

Mariii dikupas!

The Last Empress pada mulanya.

Saat akhir november 2018. Saat itu saya menyelesaikan sinopsis Terius Behind Me (di sini sinopsis lengkapnya). Ngecek ada drama baru dan belum ada yang buat sinopsisnya. Akhirnya saya buat. Pembacanya jelas ala kadarnya saja. hehe.

Jadi, saya juga mau ngucapin terima kasih yang sudah setia ngikutin dari november ya. (mulai original 21 november 2018 sampai 21 februari 2019). Terima kasih atas semangat yang kalian berikan.

Kesan Pertama Nonton Drama Korea The Last Empress

The Last Empress pada perjalannya…

Saya pernah buat rekomendasi drama terbaik tahun 2018 (di sini tulisannya). The Last Empress masuk nominasi mimin *halah. Walaupun jelas, drama ini belum kelar hingga penghujung tahun.

Apakah masih menjadi yang direkomendasikan sebagai drama terbaik?

Ya.

Kenapa? kalau kamu baca tulisan saya itu. tiap drama yang saya pikir “terbaik” punya sisi terbaiknya masing-masing dan jelas punya kekurangan. misal, Terius Behind Me saya bilang menghibur, Welcome to Waikiki yang bikin ngakak, dll deh baca aja. Drama The Last Empress bagi saya terbaik dari sisi “kemunculan konflik” yang dibuat oleh penulisnya.

Menurut saya penulisnya jago banget bikin penasaran. Di beberapa adegan saya dibuat kesal bukan main. Tapi, di sisi lainnya drama ini ada kocaknya juga. Sisi sedihnya pun ada. Bahkan saya sering mengucapkan kalimat kasar kalau nonton.

Jadi kebanyang bukan? Kami-kami yang nonton dalam jangka 3 bulan? 4 episode perminggu, 2 minggu hanya 2 episode saja? kami lama dipermainkan sama drama ini dibandingkan penonton yang baru tahu setelah nonton TV nasional, yang kemungkinan cuma 1 bulan selesai?

Saya ingat banget sih yang ngatain Sunny bego sampai di penghujung episode saya malah bilang bego ke diri saya *Kena KARMAAAA. Karena beberapa hal dalam cerita yang “kedodoran”. Tapi, hal itu nggak bisa mengubah saya untuk bilang drama ini masuk salah satu drama terbaik 2018.

Sekali lagi… dari sisi “kemunculan konflik.”

Memang nggak ada cerita yang sempurna….

Saya merasa begini. The Last Empress memang punya konflik yang menarik. Sayangnya, drama ini nggak banget di beberapa bagian untuk masalah eksekusi dari masalah. Kenapa? karena konfliknya ditumpuk terus. Satu belum selesai. Udah ada lagi. Seperti disajikan makanan enak yang banyak. Akhirnya saya udah terlanjur kenyang di akhir.

Akhirnya… ada eksukesi yang memunculkan komen saya seperti yang kek “udah lupakan”. Ada yang… “ahhhh gini doang.”

Ini mungkin kelemahan drama yang mengambil banyak konflik kali ya? apa istilahnya? Makjang? bayangkan saja. ada misteri kelahiran (Ari yang anak Seo dan Hyuk), ada perselingkuhan, pembunuhan, fitnah, cinta yang bodoh (Sunny pada Hyuk di awal), cinta yang terlambat datang (Hyuk pada Sunny,) ada balas dendam, rebutan kekuasaan, narkoba, apa lagi tuhhhh…. ketombean sama panuan keknya belum ada.

Jujur aja. ada momen di mana saya pengen drama ini cepat selesai. Karena sudah capek aja. Tapi tentu saja lanjut nonton dan buat sinopsis untuk pembaca di sini.

Masalah Karakter dalam drama….

Sunny…. aah gimana? Jang Nara memang senior sih. salah satu drama kesukaan saya ada Fated to Love You. Ada Jang Nara dan Choi Jin Hyuk di sana. Ehhh di sini ada lagi. Dan nggak bersatu lagi. Saya nggak ada masalah sama si kecil caberawit ini. karakternya naik dari perempuan naif yang dikibulin jadi perempuan yang kuat.

Begitulah perempuan. Ketika sudah tersakiti. Dia nggak akan jadi perempuan yang sama lagi. Kamu mau jadi kuat? Siapkan dirimu untuk disakiti.

Shin Sung Rok alias Suneo. Lo lo pada gimana? Kalau ditanya, dalam drama ini suka sama siapa? jawaban saya Shin Sung Rok. Walaupun si peya ini jahara. Saya suka aktinya yang naik dan turun dengan banyak “wajah”. Gila nggak tuh? Tahun 2018 drama yang dia mainin bagus semua, termasuk Return.

Dan adegannya minum kopi adalah kesukaan saya.

Na Wang Shik/Chun Woo Bin. Kecewa??? Cukup kecewa kalau dibilang. Karena posisi dia yang nggak ada di episode 49-52 jelas membuat penulisnya banyak ekstra keras untuk “membunuh karakternya”. Kesannya agak maksa banget. Dulu, saya sering membayangkan bagaimana penulis mengeksekusi Na Wang Shik. Apa mati karena peluru di kepalanya atau bagaimana?

Ehh Na Wang Shik “dibunuh” atas dasar kontraknya dicukupkan di 48 karena sudah kadung teken dengan yang lain. kan yhaaa… kecewa saya.

Karakternya jelas nampak setengah-setengah. Karena ketimbun konflik dan ketimbun kisah Hyuk dan Sunny.

Tapi apa boleh buat bukan? Begitulah aktor yang jadwalnya sudah jelas. Andai saja penulis dan produksi tetap di angka 48. Mungkin ceritanya bakalan beda. Mungkin akhirnya bakalan beda. Saya merasa dia menjadi yang dilupakan. Setelah perjuangannya.

Kalah jadi abu. Memang jadi arang.

Mak Lampir nihh…. Shin Eun Kyung. Konsisten menjadi sang jahat. Karakternya menyebalkan dan akhirnya jadi Mak Lampir beneran dengan wajah tua bangka dan gigi hitam di penjara. Saya nggak salah kasih julukan nih.

Saya nggak ada masalah sama aktingnya. Pernah nonton Achiara’s Secret dan doi main bagus di situ. Yang bikin mengganjal adalah *ternyata saya dudukin pulpen… kenapa sih nggak dibuat dia menyesal saat membunuh Hyuk? kesannya kok iblis banget. Jahat begini, saya nggak cinta yaaa. Saya mengutuknya sampai akhir.

Lee Elijah… alias Min Yu Ra alias Ijah. Lagi… 2 drama yang dia mainkan di tahun 2018 jadi kesukaan. Satu lagi adalah Miss Hamurabbi. Aktingnya jempolan. Cantik wanjay gabungan antara Paula (istrinya Baim Wong) dan Astrid Tiar.

Di samping dia yang seorang penggoda. Yura ternyata adalah korban kekerasan dan berniat balas dendam. Ia membayar mahal akan itu sampai jadi Oneng. Lhaa dipikir Ijah mati. Lagi-lagi kesannya kok maksa lagi. Kesannya Yura dibuat “diampuni” karena alasannya balas dendam dengan dijadikan oneng. Padahal gpp kan mati juga.

Tapi nggak apa-apa sih. saya jadi tahu kelemahan Pak Byun yang kece badai dalam adegan bak-bik-buk. Ternyata kucir kuda Ijahlah yang bisa jadi  kelemahan Pak Byun.

Kibasss cuyyy. kibassssss….

Kesimpulan tentang para pemain. Kecelah. Semua aktingnya. Termasuk Ari (walaupun agak kaku di beberapa bagian).

Apa sih yang bisa diambil dari The Last Empress?

Dipanggil Yang Mulia. Belum tentu Mulia. Maka semulia-mulianya manusia adalah yang memuliakan manusia lain. *bahasa lo min.

Adegan yang menarik ada di 52. Saat Ibu Suri, Kaisar dan Permaisuri yang diam-diam dimunculkan saat wisata Hel Ro, Yoon, dan Ari. Mereka muncul dengan jabatan mereka. kemudian hilang diam-diam. Serta banguan gagah yang kosong. Lorong-lorong kosong.

*mendadak mimin jadi ingin bikin puisi.

Akhirnya, tahta hanyalah hal yang tidak kekal. Mempertahankannya hanyalah sia-sia belaka.

Ibu Suri jadi Mak Lampir di episode akhir. Semua kecantikan dan tetap muda menjadi gagal. Ia tidak lebih dari nenek tua gigi hitam.

Rasa memiliki pada tahta, kekayaan, keindahan. Akhrinya menjadikan manusia bukan manusia.

Di ending. Drama ini kerasa banget hitam dan putihnya. Yang bikin drama ini kesannya jadi maksa. tapi yaa sudahlah ya.

Ending yang happy atau?

Saya ingat salah satu komentar saya di entah episode berapa. Saya bilang kali aja Sunny Jomlo kan kayak mimin. Wkwkwkkw… kejadian tuh. Kagak sama Suneo atau sama Bin.

Tapi ada satu hal di sini. saya suka Sunny dan Bin yang memang nggak ada “apa-apa”. Tidak terjadi perselingkuhan diantara meraka. Kalau boleh berprasangka. Sunny susah move on dari Hyuk. ehh waktu itu nangisin Hyuk kan? Nangisin Bin kan kagak ada tuh yha? Apa kek? Banyangan apa gitu? Kan nggak ada.

Walaupun endingnya terkesan maksa. Kok saya sedih juga yaaa….

Curhat Sebagai Mimin yang bikin sinopsis.

Semua kritikan dan masukkan jelas saya baca. Beberapa diantaranya bilang untuk membuat sinopsis dengan baku dan tidak menaruh komentar pribadi saya yang konyol.

Terima kasih untuk sarannya.

Tapi jujur saja. saya bukan mesin penerjemah atau mesin pengetik. Saya adalah manusia yang secara manual mendeskripsikan di sini. ada kalanya saya terbawa emosi. Saya sadar  kadang saya juga ngomong kasar atau terlalu menyelipkan banyak komentar.

Bikin sinopsis ini lama lho. Makanya saya harus enjoy dengan apa yang saya lakukan. Diantaranya adalah menikmati dramanya sebagai manusia.

Maaf saja kalau gaya saya ngerekap suka menyebalkan. Tapi, kamu jelas bisa lihat bahasa formalnya di sub di viu atau nonton di TV nasional.

Saya hanya ingin memberikan pengalaman berbeda pada pembaca. itu saja.

Untuk yang nggak sabaran karena saya buat sinopsis 1 perhari. Saya mohon maaf juga. Karena memang, sebelumnya saya suka bikin 4 episode dari kamis-minggu. Saya usahakan cepat. Tapi itu tergantung kesibukan juga. Beberapa hal diantaranya kenapa 4 episode dipublish dalam 4 hari adalah karena blog saya down di beberapa halaman karena kebanyakan pengunjung di jam-jam tertentu.

Akhri kata….

HAHAHA TULISANNYA PANJANG BENER!!!!

Akhir kata saya ucapkan terima kasih untuk seluruh pembaca di besoksore dan besokpagi. Terima kasih untuk masukan, saran, kritik dan semangat yang kalian berikan. Tanpanya mimin mungkin sudah menyerah bikin sinopsis. karena sudah mlz.

Terima kasih untuk semua kru di drama ini. untuk para pemainnya juga. Saya punya pengalaman baru naik roller coaster hanya dengan menonton sebuah drama korea. kadang yaa rasanya kek naik odong-odong depan alfamart juga. Yaaang artinya saya merasa ceritanya nggak kemana-mana di beberapa episode.

Ada tambahan? Silakan tulis di kolom komentar yaaa…

Terima kasih. Selamat hari minggu. Tuhan memberkati.

Ttd… mimin kece yang belum mandi.

dari ig punya peyaaaa

Sampai ketemu di sinopsis lainnya atau review lainnya.