Warning: Use of undefined constant REQUEST_URI - assumed 'REQUEST_URI' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/u4429470/public_html/youth.my.id/wp-content/themes/zeen-shared-by-vestathemes-com-child/functions.php on line 73
Sinopsis Hotel del Luna Episode 2 Part 2 | Youth

Sinopsis Hotel del Luna Episode 2 Part 2


Sinopsis Hotel del Luna Episode 2 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih guys sudah mengikuti. Pantengin terus yaa besoksore.com

Adegan beralih pada jembatan  panjang yang dipenuhi dengan kabut. Di jembatan itu, arwah nampak banyak bergentayangan dengan membawa bunga masing-masing. Di bawah jembatan itu, ada sungai. Inilah yang dimaksud oleh nenek Mago.

Suara Man Wol terdengar. “Jika kehidupan mereka sudah usai, kebanyakannya akan menyebrangi jembatan di atas sungai sanzu. Kemudian pergi ke alam baka. Tapi sebagaian arwah gagal menemukan jalan mereka. Kamu juga lihat.”

*nampak hantu mbak buta kemarin…

…. “mereka yang bodoh tinggal di dunia. Padahal kehidupan mereka sudah usai.”

*nampak anak kecil di kedai yang lagi makan pangsit.

****

Kita kembali pada Man Wol dan Chan Sung.

“Sama seperti kamu yang berada di sini. Padalal toserba sudah tutup?”

“Metafora yang bagus. Kamu memahaminya dengan baik. Tamu-tamu yang datang ke hotelku adalah arwah-arwah tersesat dalam menuju alam baka.”

“Jadi, maksudmu tamu hotelmu semuanya hantu? Dan itulah alasan kamu membuatku melihatnya?”

“Datanglah ke hotel del luna. Kamu akan aman jika tinggal di sampingku.”

Chan Sung memegang pegangan kopernya perlahan… Man Wol geleng-geleng… “emmmm….hal berbahaya yang kamu lakukan adalah mencoba pergi tanpa seizinku. Jangan lakukan.”

Mobil jemputan Man Wol sudah datang. Ia memberi peringatan kembali. “Koo Chan Sung, pakai sepatumu besok dan naik kereta bawah tanah jalur empat.”

“Jang Man Wol Sshi….”

“Sudah kubilang panggil dengan benar…. sajang-nim.”

“Kamu…. tinggal di mana? Apa pintumu sudah ditutup? Apa kamu salah satu yang berkeluaran sesudah pintu ditutup?” bahasa sederhananya. *lu hantu bukan?

Tuan No nampak sudah membukakan pintu.

Tapi Chan Sung masih bicara. “Kamu bukan manusia normal sepertiku. Aku harus mengatakan itu karena aku tidak memahami hal ini. Kamu bilang mereka dengan dendam yang kuat dapat membunuh manusia. Kamu bilang kamu akan membunuhku. Apakah kamu hantu yang penuh dendam juga?”

“Yang berdiri di sampingmu sekarang. Mungkin adalah hantu pendendam.” Wkwkwkwk padahal nanya serius. Padahal saya juga penasaran.

Pas nengok. Ada mbak hantu buta lagi.

“Sekarang kamu menutup mulutmu. Memang hatimu benar-benar lemah.”

***

Man Wol duduk di mobilnya. Rupanya hari hujan.

“Hantu pendendam.”

***

“Ini makananmu… naahh akan kuberi banyak.” Nampak anak kecil sedang memberi makan anak kucing.

“Ayo makan… kemari…” Ucap sang Ibu yang ada menemani.

Tapi, anak kecil tadi malah pergi karena sesuatu menarik perhatiannya. Dan para anak kucing berlarian seperti ketakutan.

“Yun Seo…” sang ibu pun baru sadar anaknya ilang.

****

Yun Seo bertemu macan yang sangat besar…. tapi, khas anak-anak. ia malah tersenyum.

“Miyaaaawww…. kucing yang besar… kamu kucing raksasa….”

Ibu pun datang. “Yun Seo yaa… sedang lihat apa?”

“Miyaawww… aku lihat kucing raksasa.”

“Omma sangat khawatir.”

Dan bayangan kucing besar itu pergi.

****

Bersama Tuan No. Man Wol berdiri di depan pohon.

“Hidup atau mati. Belum tumbuh daun atau bunga selama lebih dari satu milenium. Apa artinya itu sudah mati?” diam-diam… Man Wol yang tanya ke pohon mengingat pertanyaan Chan Sung.

“Masih hidup.” Jawab Tuan No. “kamu bilang bahwa pohon ini seperti dirimu yang kedua.”

“Benar. Bisakah kita menganggapnya masih hidup?”

“Aku menyiapkan sebotol besar sampanye untukmu. Kamu mau?”

“Mau… tidak hanya sebotol. Aku mau seluruh krat.” Wkwkkw gileee. Man Wol kemudian merasakan sesuatu. “Ada yang datang. Tamu yang sangat istimewa datang. Aku harus menyambut.”

Lanjut ke bagian 3 yaa klik di sini.