Warning: Use of undefined constant REQUEST_URI - assumed 'REQUEST_URI' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/u4429470/public_html/youth.my.id/wp-content/themes/zeen-shared-by-vestathemes-com-child/functions.php on line 73
Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 24 Part 2 | Youth

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 24 Part 2


Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 24 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa… terima kasih sudah mengikuti di besoksore.com yaaa… selamat membaca.

Wang Joon berusaha menyelidiki sendirian. “Jejak kakinya pasti sudah dihapus.”

Kemudian, Wang Joon melihat seorang pria nampak sedang berdiri. Wang Joon mendekat dan ternyata dia adalah Young Gu.

“Kamu… kamu orangnya bukan?”

“Aku tidak melakukannya.” Ucap Young Gu.

“Omong kosong. Lalu sedang apa kamu ke sini selarut ini?”

“Menemukan jejak kaki tersangkanya.”

“Apa?”

Mereka bedua pun melihat jejak kaki merah. Young Gu menjelaskan. “Kudengar mereka menumpahkan darah palsu di lantai kemarin. Semua sepatu anggota tim terkena noda darahnya. Tapi tak satu pun sepatunya seperti ini. Aku yakin ini jejak kaki tersangkanya.”

“Aku sudah memeriksa cctv.”

“Ukuran kaki tersangka 260mm. Sepatunya pasti masih ada nodanya. Aku hanya bertanya, apa umurianmu 260?”

“Apa kamu… apa kamu mencurigaiku? Ini lihat saja. Ukuranku 280. Biarku lihat sepatumu… biar kulihat!!!!”

“Apa kamu mencurigai…. ukuran sepatuku 270. Sepatuku bersih. Aku juga tahu kamu mencemaskan pacarku. Tolong bantu aku menemukan pelakunya.”

“Aku tidak memercayaimu.”

“Ma Wang Joon Sshi… aku ingin menolong pacarku mendapatkan kembali pekerjaannya sebagai ahli tata rias efek khusus. Tolong bantu aku.”

“Baiklah. Apa rencanamu?”

“Kita harus memeriksa sol sepatu semua yang ada di sini kemarin.”

“Yakkk… puluhan orang di lokasi syuting punya izin untuk masuk ruangan tim ahli tata rias wajah khusus pada hari itu. Bagaimana kamu akan memeriksa solsepatu mereka semua? Tunggu… kamu akan datang ke lokasi syuting besok?”

“Ya.”

“Kupikir aku tahu cara mudah memeriksa sol sepatu semua orang.”

***

Da Da nampak berjalan. Di sebuah bangunan nampak tulisan…. “Kami bantu siswa meraih dan melebarkan sayap mereka.”

“Aku bisa melakukan ini. Aku bisa melakukan ini.” Da Da mencoba meyakinkan dirinya.

***

“SMP Khusus Wanita Chunga Festival Drama ke 16.”

Da Da memberikan resumenya ke siswa. “Kamu tahu kamu ada di SMP. Bukan? Ini hanya pertunjukkan kecil yang disiapkan klub teater. Kurasa kamu terlalu ahli untuk melakukan ini.”

“Aku tidak peduli ukuran pertunjukkannnya. Prinsip kerjaku adalah menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna apapun pekerjaannya.”

“Kami bersyukur jika kamu bekerja sekeras itu untuk kami. Tapi, kami memakai iuran anggota untuk membayarmu. Jadi, tidak akan banyak. Itu tidak masalah?”

“Kulihat kalian bekerja sangat keras sampai selarut ini. Kurasa itu cukup. Kalian tidak perlu membayarku.”

“Apa?”

“Aku sebenarnya anggota pertama klub teater ini.”

“Ahhh sunbaenim”

***

“Pacar, kamu sudah pulang?” Tanya Young Gu.

“Ya.”

“Pacar, kenapa mendadak belanja? Kamu akan memasak sesuatu?”

“Ya. Aku akan memasak.”

“Jangan pacar. Aku tahu kamu stres. Tapi makan selarut ini tidak baik. Terutama apel ini. Makan apel saat pagi bagus untuk kesehatan, tapi jika dimakan saat malam, menyebabkan asam berlebih…”

“Baik. Aku mengerti. Cucilah tanganmu.”

***

“Pacar, kamu memutuskan bekerja dengan klub teater?” Tanya Young Gu saat melihat buku Da Da.

“Ya. Aku sudah memutuskannya.”

“Keputusan yang bagus.”

“Bisa bukah naskah lamanya?”

Kemudian Young Gu membuka buku yang satu lagi. Ada daftar aktor, aktris dan staf. “Ohhh aku melihat namamu dalam daftar.”

“Kali pertama namaku ditambahkan dalam daftar kredit produksi saat aku masih SMP. Itu sangat menyenangkan. Aku memeriksa wajah semua aktor dan aktris mulai dari perannya kecil sampai karakter utama. Aku begadang semalam memikirkan riasan wajah apa yang akan kupakaikan pada mereka. Itu kali pertamaku, jadi, ayahku banyak membantuku. Dia bilang aku harus hati-hati karena kulit remaja rentan. Lalu dia membeli banyak buah dan sayuran dan membuat produksi riasan wajah alami untukku.”

“Kalau begitu…”

“Ya. Aku akan melakukan seperti yang ayahku lakukan.”

Da Da memeras sesuatu. “Belum direbus, jadi, masih agak berair.” Kemudian dipakaikan ke bibir. “Bagaimana?”

“Cantik.”

“Aku harus membuat warna lain.”

Lanjut ke bagian 3. klik di sini.