Warning: Use of undefined constant REQUEST_URI - assumed 'REQUEST_URI' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/u4429470/public_html/youth.my.id/wp-content/themes/zeen-shared-by-vestathemes-com-child/functions.php on line 73
Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 22 Part 1 | Youth

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 22 Part 1


Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 22 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini yaaa…. untuk link selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. Terima kasih. Selamat membaca sajaaa… selamat hari minggu.

Do Min Ik ada di kantor polisi dan Detektif Uhm angkat bicara. “Ini orang yang kamu lihat di aula pemakaman bukan?” Menunjuk pada rekaman CCTV dan memang dialah supir jahara itu.

Detektif Woo ikut gemas. “Bukankah orang ini adalah Eun Jung Soo? Sidik jari di cutter cocok dengannya.”

“Apa katamu? Eun Jung Soo adalah supirku.”

“Kamu serius dia supirmu?” Detektif Woo kaget.

Umh berkata. “Kamu ini kenapa? Kamu bilang kamu mengingat wajah si pelaku. Tapi kamu tidak mengenali pria yang mencoba membunuhmu bahkan dia direkrut sebagai supirmu? Lalu kamu melaporkan ke polisi dan bilang kamu melihatnya kali pertama di aula pemakaman?”

Dalam hati Min Ik berkata. “Jadi, selama ini, dia sudah tahu aku tidak bisa mengenali wajah?”

“Di mana dia saat ini?” Tanya Detektif Woo.”

“Dia mengambil cuti beberapa hari karena sakit.”

“Ahhhh aku menghubungi perusahaan nomor ponselnya dan ternyata dia membatalkan kontrak nomor ponselnya. Kamu memiliki resumenya bukan? Kirimkan resumenya kepada kami agar bisa melacak alamatnya.”

“Tunggu. Jadi Eun Jung Soo ke rumah sakit Sekretaris Jung dengan pisau itu. Maka kalian seharusnya mengirim seseorang ke rumahnya.” Ucap Min Ik yang teriak.

“Kenapa kamu membentak kami?”

“Tidakkah kalian melihat rumahnya? Pintunya mudah dibuka. Jendelanya sudah hampir rusak. Dan pria yang tinggal di sana hanyalah kakaknya yang tunanetra. Dia yatim piatu, dan tidak ada yang membantunya. Dan dia bahkan tidak memasang sistem keamanan. Tapi kalian tidak berpikir untuk melindungi dia? Bisa-bisanya kalian mengabaikan dia seperti itu?”

“Kamu pikir kami punya SDM untuk mengurus hal semacam itu?”

Min Ik yang kesal kemudian pergi.

***

Saat malam. Min Ik datang ke rumah Jung.

“Direktur Do.” Ucap Jung yang baru saja membuka gerbang.

Min Ik langsung masuk. “Di sini masih aman bukan? Berkemaslah.”

“Kamu ingin aku kembali ke kantor?”

“Tidak, bukan ke kantor. Aku mau kamu pindah. Bagaimana kalau kamu pindah? Kemasi barangmu.”

“Kenapa kamu tbtb menyuruhku pindah?”

“Pelakunya Eun Jung Soo. Orang yang menikamku di sungai han.”

“Supirmu?”

“Kamu ingat cutter yang kamu temukan di rumah? Itu juga miliknya. Beruntung, kamu tidak ada di rumah saat dia datang. Andai saja kamu ada di rumah sendirian…”

“Tapi selama ini, dia bekerja sebagai supirmu. Lantas kenapa…”

“Cepatlah berkemas. Kamu sebaiknya tinggal di hotel untuk sementara.”

“Aku tidak bisa.”

“Kenapa?”

“Aku tidak bisa meninggalkan kakakku di sini dan ke hotel sendirian.”

“Kalau begitu. Pergilah bersama Oppamu.”

“Aku pernah memberitahumu. Kakakku hanya bisa tinggal di sini. Bersembunyi tidak akan menyelesaikan masalah. Kamu harus mncari tahu kenapa Pak Eun mencoba menyakitimu dan menyusup ke rumahku. Mari kita cari tahu bersama.”

“Aku akan mencari tahu sendiri. Jangan terlibat. Dan aku akan hubungi perusahaan keamanan besok. Jadi, tunggu saja.” Min Ik pun pergi lagi.

***

Esok hari. Perusahaan keamanan pun datang. “UHHHHH… dia benar-benat mengirim perusahaan keamanan.”

Kemudian Jung mendapatkan telepon.

“Ya Unnie…. dia sudah datang ke kantor? Bagaimana penampilannya?”

Di kantor. Trio Ahjumma sedang memata-matai Do Min Ik. “Dia murung.” Ucap Ahjumma Koo

Ahjumma Bo bicara. “Dia terlihat putus asa. Bahunya nampak turun sampai ke pusarnya.”

Ha Ri Na kini melaporkan. “dan dia lesu sampai badannya tampak lebih pendek.”

“Bisakah kamu memastikan dia sudah makan?”

***

Yang dilakukan Ha Ri Na langsung gercep mendekati Do Min Ik.

“Direktur Do, Gal Hee memintaku membeli makanan untuk Anda. Anda mau makan apa?”

“Tidak ada.” Kemudian Mi Ik langsung pergi.

Lanjut ke bagian 2 yaaa klik di sini.