Warning: Use of undefined constant REQUEST_URI - assumed 'REQUEST_URI' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/u4429470/public_html/youth.my.id/wp-content/themes/zeen-shared-by-vestathemes-com-child/functions.php on line 73
Sinopsis The World of the Married Episode 12 Part 8 | Youth

Sinopsis The World of the Married Episode 12 Part 8


Sinopsis The World of the Married Episode 12 Part 8 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. hari ini update tanggal 3 mei 2020.

“Bagaimana dengan Da Kyung?” Ucap Pak Yeo pada Umh.

“Kupikir dia mungkin gelisah, tapi dia baik-baik saja. dia ingin memperlakukan putra Tae Oh dengan baik. Kurasa ini akan lebih baik jika kita tidak ingin terlibat dengan ibunya.”

“Kamu harus sering memeriksa keadaan Da Kyung. Pastikan dia baik-baik saja. dia tidak punya pengalaman membesarkan remaja. Ini tidak akan mudah baginya.”

*****

Sementara itu Sun Woo galau di kantornya. Sampai malam.

****

Sun Woo ke mal dan melihat  Joon Young sedang belanja dengan Da Kyung.

Bukan hanya ada Da Kyung. Tapi Tae Oh dan Jenny. Dari kejauhan mata Sun Woo memandang. Mereka nampak baik-baik saja.

****

Di mobil da Kyung berkata. “Joon Young kamu sebaiknya membeli mantel itu. Itu nampaknya bagus. Kenapa tidak membelinya?”

“Mungkin dia tidak suka gaya seperti itu.”

“Kurasa aku masih harus banyak belajar.” Ucap Da Kyung. “Lain kali katakan model yang kamu suka.”

Pas nengok. Joon Young tidur.

***

“Kamu harus akrab dengannya. Dia berusaha keras untuk akrab.” Ucap Tae Oh.

“Apa itu perlu? Apa aku harus meraih hatinya jika ingin tinggal di sini?”

“Tidak, bukan itu maksud Appa. Kita keluarga.”

“Bagaimana bisa ayah berharap aku menganggapnya keluarga? Bukankah itu berlebihan?”

“Jika tidak menganggapnya keluarga. Kamu mau menganggapnya apa? jika kamu terus bersikap seperti ini, akan sulit bagi kita untuk tinggal bersama.”

“Beri tahu jika ayah ingin aku tidak di sini. Aku bisa pergi kapan saja.”

****

Sun Woo ke rumah Yerim sambil membawa anggur. Mereka sama-sama sendirian.

“Kamu akan tinggal di mana?”

“Seoul. Aku akan tinggal di dekat orang tuaku.”

“Kamu bilang mereka tidak akan menyetujui perceraian dengan mudah. Tapi kurasa begitulah orangtua.”

“Mereka hanya berpikir aku putri bodoh yang memberikan keputusan bodoh.”

“Haruskah aku pergi juga?”

“Apa Joon Young ingin tinggal bersama ayahnya selamanya?”

“Sejujurnya, aku melihat Joon Young hari ini. dia tidak seperti itu saat bersamaku. Tapi dengan mereka, entah bagaimana, dia nampak bahagia. Dia juga tampak nyaman. Mereka nampak seperti keluarga bahagia. Itu sesuatu yang tidak bisa kuberikan kepadanya.”

“Ya. Joon Young sudah besar. Kamu harus menghormati keputusannya. Mari jujur saja, Unnie juga butuh istirahat. Ingat ucapa waktu itu? Kamu bilang sulit memutuskan hubungan meski kalian bercerai. Kurasa kalian sudah terlalu bergantung terlalu lama. Unnielah yang harusnya mengakhirinya dengan benar. Dan cara terbaik untuk melakukannya adalah salah satu dari kalian meninggalkan tempat ini.”

“Je Hyuk sepertinya sering berkunjung.”

“Entahlah. Dia sering datang. Dia sangat menyebalkan.”

“Apa keinginanmu?”

*ada bayangan…

“Yerim aahh… haruskah kita mulai berkencan?” tanya Je Hyuk.

“Entahlah” Ucap Ye Rim pada Sun Woo.

****

Dokter Ji mulai mencari apartemen di internet. Ia mungkin akan ke Seoul. Kemudian ada Sul dan Kim ngajak makan. Ji langsung gagap dan Sul menggodanya. Lihat apa? kepo gitu dia.

Namun, Ji menolak ajakan mereka berdua makan.

***

“Dia sangat murung sejak Joon Young pergi.” Ucap Kim pada Sul.

“Berapa kali kamu mencemaskannya dalam sehari?”

“Aku juga mencemaskanmu dokter Sul.” Wkkwkw.

“Kalian hanya rekan kerja? Kamu sungguh berharap aku memercayainya?”

“Kamu pikir aku punya kesempatan lebih dari itu? Bagaimana menurutmu dokter Sul?”

“Ji Sun Woo hanya peduli pada Lee Tae Oh. Dia mungkin membencinya. Tapi kurasa dia tidak punya ruang di hatinya untuk orang lain. Setidaknya belum.”

Lanjut ke bagian 9 klik di sini.